Deteksi Kesehatan Anak Lewat Bentuk Tinja

deteksi kesehatan anak lewat bentuk tinja

Saat buang air besar, gumpalan feses yang keluar ke dalam lubang toilet adalah ampas makanan yang keluar dari tubuh, sedangkan nutrisi penting pada makanan tersebut sudah habis diserap dan disalurkan ke seluruh tubuh.
Buang air besar berperan dalam kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sebab, mekanisme ini sangat penting untuk membuang sampah-sampah tak penting dari tubuh. Lebih dari itu, feses atau tinja tidak sekadar sampah, tapi juga menjadi sinyal, apakah gerangan yang terjadi pada tubuh.
Tidak usah heran, saat memeriksa kesehatan seseorang, dokter kadang menyertakan pemeriksaan feses. Ini tidak heran karena dalam dunia kedokteran,  feses atau tinja merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang dikenal bisa membantu klinisi (tenaga medis) menentukan diagnosis suatu penyakit. Sebab feses adalah salah satu parameter yang digunakan untuk membantu dalam penegakan suatu penyakit serta menyelidiki suatu penyakit secara mendalam.
Feses merupakan spesimen yang penting untuk mendiagnosis adanya kelainan pada sistem pencernaan seperti diare, infeksi parasit, pendarahan dalam pencernaan, gangguan penyerapan makanan, dan lainnya.
Sebuah Universitas di Inggris, Bristol Stool Chart membuat sebuah tabel yang bisa menunjukan ukuran terpadat atau tercair feses. Berikut deteksi kesehatan anak lewat bentuk tinja:

1. Model tinja 1 Tinja ini mempunyai ciri berbentuk bulat-bulat kecil seperti kacang, sangat keras dan sangat sulit untuk dikeluarkan. Biasanya tinja berbentuk seperti ini adalah tinja ini diderita oleh anak atau seseorang yang mengalami konstipasi. Sediakan  sayuran serta buah dalam setiap menu anak. Jangan lupa, pastikan anak minum air putih yang cukup agar terbebas dari konstipasi.
 
 2. Model tinja 2 Tinja ini mempunyai ciri berbentuk seperti sosis dengan permukaannya yang menonjol-nonjol, lembut, dan halus. Inilah kondisi tinja ideal. Bila feses si kecil berbentuk ini, tandanya ia sehat dan asupan nutrisinya sehari-hari juga cukup baik.
 
  3. Model tinja 3 ini encer, tidak padat, semuanya cairan. Ini tandanya si kecil sedang menderita diare, baik karena virus, bakteri, alergi, dan penyebab lainnya. Atasi diare anak sesuai dengan penyebab.
 
  4. Model tinja 4 Tinja ini mempunyai ciri hampir sama dengan tinja 1, hanya lebih ringan. Artinya, anak masih butuh tambahan serat supaya lebih sehat, serta tinjanya kembali berbentuk normal.
 
  5. Model tinja 5 Tinja mempunyai ciri berbentuk bulatan-bulatan yang lembut, lembek, bulat, tapi tidak cair. Kondisi ini masih normal, apalagi bila buang air besar anak masih lancar.
 
 6. Model tinja 6 Karakteristik tinja model 6 adalah seperti sosis, tapi pecah di permukaannya. Kondisi ini masih normal, anak hanya perlu tambahan sedikit cairan.
 
 7. Model tinja 7 Karakteristik tinja model 7 sama dengan model 6, namun bentuknya sudah sangat cair bahkan tidak terlihat adanya bagian yang padat. Sejatinya kondisi ini menandakan tinja anak masih normal, meski dalam proses menuju diare. Segera atasi diare anak ya Mama.
 
 8. Selain lunak, tinja anak menempel di pinggir lubang toilet. Artinya tubuh tidak menyerap minyak dengan baik. Penyakit seperti pancreatitis termasuk yang memiliki gejala seperti ini. Penyakit ini dapat menyebabkan penyerapan lemak kurang maksimal.
 Selain bau yang khas dan berbagai bentuk yang “unik” dari feses atau tinja, ada satu hal lagi yang khas dari produk buangan saluran pencernaan manusia yaitu warnanya yang kerap berubah-ubah. Pada umumnya feses atau tinja berwarna kuning kecoklatan, akan tetapi pada kondisi tertentu feses atau tinja bisa berwarna hitam atau berwarna lainnya. Makanan yang telah dikonsumsi akan diolah di dalam tubuh, dikeluarkan dalam bentuk tinja atau feses dengan warna normal, yaitu kuning kecokelatan. 
(Ipoel/Berbagai Sumber)